infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Kabupaten Demak > 3 Tersangka Kasus Korupsi Alat Kesehatan Demak Ditahan

Selasa, 4 Agustus 2009

3 Tersangka Kasus Korupsi Alat Kesehatan Demak Ditahan

Alat—alat Kesehatan

Alat—alat Kesehatan

Demak—Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat alat kesehatan (alkes) kemarin petang akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak. Para tersangka tersebut adalah Kusumawati Tedjarahardja (Direktur UD Damai Sejahtera, Semarang), Albertus Suhardi Santoso (Direktur UD Santoso, Semarang) dan Robertus Santoso (Direktur PT Estu Indonesia, Jakarta).

Ketiganya kini dititipkan di rumah tahanan (rutan) Demak hingga waktu yang tak ditentukan. Saat hendak digiring ke mobil kejaksaan nopol H 33 EE itu, diantara tersangka menutupi kertas koran. Bahkan, ada salah satu tersangka histeris dengan berlindung di badan seseorang yang berada disampingnya. Mereka tidak menyangka bakal dijebloskan ke tahanan.

Seperti diketahui, ketiga tersangka merupakan rekanan pengadaan alkes di Dinas Kesehatan Demak. Nilai proyek alkes saat itu mencapai Rp 810 juta. Dari jumlah itu, negara diduga dirugikan sebesar Rp 323 juta (tepatnya Rp 323.888.055). Dana alkes itu sendiri berasal dari dana alokasi khusus (DAK) pemerintah yang dianggarkan dalam APBD Demak pada anggaran 2007 lalu. Dana itu sedianya untuk pengadaan alkes berupa fotometer, micro lab, HB meter (alat periksa darah) serta alat untuk menyimpan vaksin. Alat alat itu rencananya didistribusikan ke 26 puskesmas di Demak.

Kajari Pindo Kartikani SH menegaskan, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan yang bersangkutan akan melarikan diri serta menghilangkan barang bukti. Selain itu, kata Pindo, penahanan untuk mempermudah proses penyidikan dan pengembangan pengusutan perkara dugaan korupsi.

Dia menandaskan, dalam pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya, ketiganya diduga kuat telah melakukan tindak pindana korupsi pengadaan alkes tersebut. “Ada upaya memperkaya diri sendiri,”terang Kajari, di kantornya kemarin petang. Menurutnya, ketiga tersangka dinilai melanggar pasal 2 (primer) dan pasal 3 (subsider) UU Nomor 31 Tahun 1991 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Mereka terancam hukuman minimal 4 tahun penjara.

Lantas apakah ada keterlibatan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan? “Masih dalam pengembangan. Tunggu saja,” tandas Kajari.

Yang jelas, lanjut Pindo, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 30 saksi terkait kasus dugaan korupsi tersebut. Dia mengatakan, pihaknya untuk sementara ini masih berkonsentrasi mengungkap kasus tersebut dengan keterlibatan tiga tersangka dari unsur rekanan itu.

Kasus alkes Dinkes Demak itu mencuat setelah kejaksaan setempat mendapatkan laporan dari Semarang Corruption Watch (SCW). Karena itulah, pihak kejaksaan langsung menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk dari kalangan rekanan dan pejabat teras di Dinas Kesehatan Demak.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Dedy Firmansyah SH menuturkan, pengadaan alat kesehatan tersebut diduga tidak sesuai prosedur. Yakni tidak melalui agen tunggal yang berhak menyalurkan alat tersebut. “Seharusnya pengadaannya melalui agen tunggal di Indonesia. Sebab, alkes itu merupakan buatan pabrikan luar negeri dan harus dikeluarkan agen resmi yang telah ditunjuk pihak pabrik. Tapi ini tidak. Pengadaannya justru kita duga melalui pasar gelap (black market),”ujar Dedy sebelumnya. (hib/lis)

 

Sumber : Radar Semarang, Selasa, 04 Agustus 2009
Sumber Foto: hudatoriq.web.id

Dibaca 2.448 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 883
Hari ini :9.156
Kemarin :10.348
Minggu kemarin:79.101
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.438.388
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi