infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Provinsi Jawa Tengah > Aktivis KP2KKN Jawa Tengah Disebari Garam

Kamis, 11 Maret 2010

Aktivis KP2KKN Jawa Tengah Disebari Garam

Semarang - Aktivis Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng diduga diguna-guna. Dugaan itu muncul sejak beberapa hari lalu Faisal, seorang relawan KP2KKN pagi hari mendapati sebaran garam di depan kantor LSM antikorupsi tersebut. Itu terjadi tanggal 4 Maret lalu.

Tidak hanya itu, pada hari yang sama, T Sri Handayani, istri Sekretaris KP2KNN, Eko Haryanto mendapati halaman depan rumahnya terdapat sebaran garam. Semula Sri Handayani mengira itu parutan kelapa, namun setelah diraba, baru ketahuan itu garam.

“Memang waktu itu, sekitar pukul 01.00 istri mencurigai ada orang yang lewat di depan rumah, namun tidak menyangka menyebar garam. Istri saya memberitahukan itu setelah pulang kerja, 4 Maret itu.

Lo kok di kantor ada sebaran garam, di rumah juga ada. Ada apa ini? Saya curiga ada yang mau memakai cara-cara halus untuk mencelakakan kami,” katanya, Selasa (9/3), di Kantor KP2KKN Jl Lempongsari Timur III/22.

Eko bercerita, salah satu anggota badan pekerja Ferry Sataryanto, setelah diberitahu Faisal, langsung menginformasikan ke Koordinator KP2KKN, Jabir Al Faruqi. Jabir menilai, sepertinya memang ada yang hendak mencelakakan aktivis KP2KKN dengan cara-cara gaib.

“Tidak jelas siapa yang berulah, namun diduga ini terkait aktivitas kami dalam pelaporan-pelaporan kasus korupsi dan pernyataan-pernyataan kami di media massa. Mungkin ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, lantas berbuat itu,” ucapnya.

Memprovokasi

Dihubungi terpisah, pengamat metafisik asal Pati, Ahmad Masruri mengatakan, ada dua kemungkinan dari peristiwa yang menimpa awak KP2KKN tersebut. Dugaan pertama, ada pihak-pihak yang hendak memprovokasi. “Itu bagian dari teknik santet yang sifatnya psikologis. Kalau terprovokasi, di internal sasaran akan saling curiga, kemudian terjadi perpecahan di dalam tubuh lembaga.”

Dugaan kedua, bisa jadi maksud si penyebar garam ialah positif, supaya persoalan selesai secara damai. Garam, kata dia, merupakan energi positif, yang sebarannya dimaksudkan untuk menetralisir. “Barangkali si penyebar garam itu ingin berdamai. Menurut saya, lebih berpikir positif saja. Kalau disebar itu tanah makam, itu sifatnya negatif. Tapi siapa yang tahu kalau itu tanah makam atau gedibel sepatu? Ha-ha-ha.” (H30-18)

Sumber : suaramerdeka.com, Rabu, 10 Maret 2010
Sumber Foto : hphotos-snc3.fbcdn.net

Dibaca 1.071 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 561
Hari ini :4.209
Kemarin :7.999
Minggu kemarin:51.393
Bulan kemarin:260.090

Anda pengunjung ke 17.461.019
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi