infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > ICW Laporkan Korupsi Penyelenggaraan Ibadah Haji Rp 428 M Ke KPK

Jumat, 25 Juni 2010

ICW Laporkan Korupsi Penyelenggaraan Ibadah Haji Rp 428 M ke KPK

Menteri Agama Suryadharma Ali (kanan) dan Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin (kiri) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang pelaksanaan ibadah haji di Kantor KPK. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama/10

Menteri Agama Suryadharma Ali (kanan) dan Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin (kiri) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang pelaksanaan ibadah haji di Kantor KPK. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama/10

Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) terus bergerilya agar penyelenggaraan haji tahun ini bebas dari korupsi. Yang paling gres, LSM antikorupsi itu merilis data detail korupsi haji pada dua periode yakni 2009 dan 2010. Tak hanya itu, ICW juga melaporkan temuan itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ditindaklanjuti.

ICW menuding adanya dugaan praktik korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji periode 2009-2010 sebesar Rp 428 miliar. “Korupsi itu terkait dengan pembebanan kegiatan operasional petugas haji  dari setoran bunga jamaah haji,” ujar Kepala Divisi Monitoring dan Analisis Data ICW Firdaus Ilyas di Jakarta kemarin (23/6).

Firdaus mengatakan, potensi korupsi dalam pengelolaan ibadah haji semakin meluas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dia mengatakan tidak hanya berasal dari dana abadi umat (DAU) dan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), melainkan juga dari setoran bunga jamaah haji.

“Penggunaan uang calon jamaah untuk kepentingan pegawai Kemenag bertentangan dengan UU Penyelenggaraan Ibadah Haji. Apalagi banyak sekali komponen biaya tidak langsung yang tidak jelas, namun ditanggung oleh setoran bunga itu,” ujar Firdaus usai melaporkan potensi korupsi itu ke kantor KPK di Kompleks Kuningan, Jakarta.

Dia menuturkan, dalam komponen biaya tidak langsung pelaksanaan ibadah haji tahun ini, terdapat banyak kegiatan yang tidak jelas namun dibiayai setoran bunga haji. ICW mencatat jenis kegiatan itu adalah pencitraan (Rp 12,5 miliar), honor petugas haji (Rp 43,7 miliar), biaya media centre haji (Rp 2,3 miliar), jasa konsultan dan advokat (Rp 11,5 miliar), training for trainer petugas KUA (Rp 2,5 miliar) serta seragam petugas (Rp 600 juta).

Hal tersebut, terangnya, membuat BPIH yang dibayar calon jamaah tahun ini menjadi lebih mahal dibandingkan sebelumnya yakni rata-rata USD 3.844 menjadi USD 4.043. Firdaus menegaskan, dengan adanya komponen yang tidak jelas kegiatannya, menyebabkan harga jauh lebih mahal dan tidak masuk akal. “Kemenag dan DPR membuat tafsir sendiri atas UU Penyelenggaraan Ibadah Haji untuk kepentingan diri sendiri. KPK juga sebelumnya telah mengingatkan tentang biaya tidak langsung ini, namun ternyata tetap diabaikan,” ujar Firdaus.

Oleh karena itu, ICW mendesak KPK untuk menindaklanjuti indikasi korupsi yang terjadi dalam pengelolaan ibadah haji yang berasal dari dana calon jamaah. Selain itu, sambung Firdaus, lembaga superbodi itu diminta menelusuri pengelolaan ibadah haji periode 2005-2008.

Dia menilai dengan tetap digunakannya uang calon jamaah haji untuk kepentingan Kemenag memperlihatkan bahwa pemerintah dan parlemen tidak memiliki niat melawan korupsi. “Itu menunjukkan tidak adanya keinginan untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji.” Pungkasnya. (zul)

Sumber Berita: Jpnn, Kamis, 24 Juni 2010

 

Dibaca 499 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.359
Hari ini :11.288
Kemarin :12.367
Minggu kemarin:90.623
Bulan kemarin:359.009

Anda pengunjung ke 18.785.685
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi