infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Kabupaten Klaten > Duduga Membuat SPJ Fiktif, Mantan Kepsek SMP Bayat Klaten Ditarget Kejari

Jumat, 13 Mei 2011

Duduga Membuat SPJ Fiktif, Mantan Kepsek SMP Bayat Klaten Ditarget Kejari

Klaten - Sukses mempenjarakan Kepala Desa Jambu Kidul Wiyanti dengan kasus korupsi dana gempa, tak membuat jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten berhenti mengejar pelaku korupsi lainnya. Yang terbaru, saat ini Kejari Klaten sedang membidik mantan Kepala Sekolah SMP N I Bayat, JS.

Mantan Kepsek SMP N I Bayat itu diduga korupsi dana bantuan pasca gempa 2006 yang merugikan negara hingga Rp 700 juta. Modus yang dipakai JS, dengan membuat SPJ fiktif terkait dana bantuan pembangunan gedung SMP N I Bayat ke Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) pada kisaran tahun 2007.

Awalnya, pihak sekolah melalui JS mengajukan proposal permintaan bantuan dana pembangunan gedung sekolah ke Kemendiknas yang saat itu masih bernama Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) senilai Rp 700 juta.

Setelah dilakukan survey oleh pihak Kemendiknas, bantuan akhirnya dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 400 juta, dan Rp 300 juta pada tahap selanjutnya.

Pada saat yang sama, SMP N I Bayat ternyata mendapatkan sokongan bantuan pembangunan gedung dari Qatar yang memiliki program pembangunan gedung SD dan SMP di wilayah Bayat. “Dari penyidikan yang dilakukan sejak tahun 2010, SMP N I Bayat ternyata juga menerima jatah bantuan dari Qatar, sehingga bantuan Rp 700 juta dari Kemendiknas tidak digunakan,” terang Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klaten Hanung Widyatmoko. Sehingga, ketika diminta untuk membuat Surat Pertanggungjawaban oleh Kemendiknas, diduga JS membuat SPJ fiktif terkait penggunaan dana bantuan Kemendiknas.

Dikatakan Hanung, pihak Kejaksaan Negeri Klaten telah melakukan pengumpulan bukti dan petunjuk terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh JS sejak tahun 2010. Saat ini, kasus telah diserahkan kepada Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk ditangani. “Saat ini kasus telah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan yang selanjutnya akan ditangani oleh Kasi Pidsus,” terang Hanung. Sementara itu, tersangka sendiri belum ditahan karena masih dalam proses penyidikan dan melengkapi berkas perkara. (yas)

Sumber: radarjogja, Rabu, 11 Mei 2011

Dibaca 1.132 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 909
Hari ini :9.304
Kemarin :12.772
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.367.013
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi